Jumat, 19 Oktober 2012

Flavonoid..


Kunyit (curcuma domestica)
Kunyit atau kunir sangat terkenal di Indonesia. Disamping digunakan untuk campuran masakan, kunyit juga digunakan sebagai campuran jamu untuk memperlancar air susu ibu yang baru melahirkan,  Kosmetik untuk menambah kecantikan kulit wanita (lulur) dan banyak lagi yang lainnya. Kunyit mengandung kurkumin cukup tinggi. Kurkumin selain pada kunyit terdapat pula pada empon-empon yang lain (temu lawak, temu ireng, dan lain-lain). Kurkumin dapat didegradasi menjadi feruloil metana dan asam ferulat. Dari kedua senyawa ini dapat diturunkan senyawa benzaldehid dengan bahan dasar sintetis flavonoid.

4 komentar:

fitria mengatakan...

apa yang menyebabkan kandungan kurkumin cukup tinggi pada kunyit??

terima kasih atas komentarnya ya :)

Dwi Hermawan mengatakan...

Kurkumin (1,7-bis (4’- hidroksi- 3’-metoksifenil)-1,6-heptadiena-3,5-dion), merupakan senyawa hasil isolasi dari tanaman Curcuma sp dan telah berhasil dikembangkan sintesisnya oleh Pabon(1964). Kurkumin telah diketahui memiliki aktivitas biologis dengan spektrum yang luas. Aktivitas antioksidan telah dibuktikan berperan pada aktivitas antikanker dan anti-mutagenik kurkumin (Majeed et al., 1995).
Kurkumin di alam terdapat dalam dua bentuk tautomer, keto dan enol. Substituen pendorong dan penarik elektron berpengaruh pada stabilisasi tautomer keto-enol krkumin dan turunannya (Supardjan, 1999; Istiyastono et al., 2003). Gugus dengan sifat pendorong elektron cenderung menstabilkan tautomer keto, sedangkan gugus penarik elektron cenderung menstabilkan tautomer bentuk enol. Bentuk tautomer tersebut berpengaruh terhadap sebaran muatan parsial positif struktur kurkumin dan turunannya (lihat gambar 1). Semakin bertambah sebaran muatan parsial positif, menunjukkan aktivitas yang semakin meningkat. Stabilisasi struktur keto bertanggung jawab terhadap peningkatan aktivitas turunan kurkumin (Supardjan dan Muhammad Da’i, 2005).

Ima Nurisa mengatakan...

Pada dasarnya kurkumin banyak terdapat pada kunyit, sehingga dapat dipastikan dari setiap fraksi yang diperoleh memiliki kandungan kurkumin. Untuk menguji keberadaan kurkumin maka dilakukan metode pemisahan dengan kromatografi lapis tipis

kurkumin menyebabkan warna kuning pada kunyit, dari hal inilah dapat diketahui bahwa kandungan kurkumin banyak pada kunyit karena warna kuning yang pekat

rika yulliyani mengatakan...

Kurkumin
Curcumin (1,7-bis(4′ hidroksi-3 metoksifenil)-1,6 heptadien, 3,5-dion merupakan komponen penting dari Curcuma longa Linn. yang memberikan warna kuning yang khas (Jaruga et al., 1998 dan Pan et al., 1999). Curcumin termasuk golongan senyawa polifenol dengan struktur kimia mirip asam ferulat yang banyak digunakan sebagai penguat rasa pada industri makanan (Pan et al., 1999). Serbuk kering rhizome (turmerik) mengandung 3-5% Curcumin dan dua senyawa derivatnya dalam jumlah yang kecil yaitu desmetoksi kurkumin dan bisdesmetoksikurkumin, yang ketiganya sering disebut sebagai kurkuminoid (Tonessen dan Karlsen, 1995). Curcumin tidak larut dalam air tetapi larut dalam etanol atau dimetilsulfoksida (DMSO). Degradasi Curcumin tergantung pada pH dan berlangsung lebih cepat pada kondisi netral-basa (Aggarwal et al., 2003).
Curcumin dapat mengganggu siklus sel kanker paru A549 dan menekan pertumbuhan sel. Efek penekanan tergantung pada konsentrasi. Efek tidak hanya bergantung dari sitotoksik nonspesifik, tetapi juga dari induksi apoptosis (Zhang, et al., 2004).