Jumat, 02 November 2012

steroid



Steroid
Steroid merupakan senyawa yang memiliki kerangka dasar triterpena asiklik. Ciri umum steroid ialah sistem empat cincin yang tergabung. Cincin A, B dan C beranggotakan enam atom karbon, dan cincin D beranggotakan lima. Perhatikan Gambar 14.51 pada halaman berikut.

Gambar 14.51. Struktur Steroid dan Penomorannya
Kolestrol merupakan steroid yang terbanyak di dalam tubuh manusia.
Kolestrol memiliki struktur dasar inti steroid yang mengandung gugus metil, gugus hidroksi yang terikat pada cincin pertama, dan rantai alkil.

Jumat, 19 Oktober 2012

Flavonoid..


Kunyit (curcuma domestica)
Kunyit atau kunir sangat terkenal di Indonesia. Disamping digunakan untuk campuran masakan, kunyit juga digunakan sebagai campuran jamu untuk memperlancar air susu ibu yang baru melahirkan,  Kosmetik untuk menambah kecantikan kulit wanita (lulur) dan banyak lagi yang lainnya. Kunyit mengandung kurkumin cukup tinggi. Kurkumin selain pada kunyit terdapat pula pada empon-empon yang lain (temu lawak, temu ireng, dan lain-lain). Kurkumin dapat didegradasi menjadi feruloil metana dan asam ferulat. Dari kedua senyawa ini dapat diturunkan senyawa benzaldehid dengan bahan dasar sintetis flavonoid.

Jumat, 05 Oktober 2012

Alkaloid


Alkaloid adalah senyawa –senyawa organik yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan, bersifat basa, dan struktur kimianya mempunyai sistem lingkar hetereosiklik dengan nitrogen sebagai hetero atomnya. Unsur-unsur penyusun alkaloid adalah hidrogen,nitrogen,dan oksigen.alkaloid yang struktur kimianya tidak mengandung oksigen hanya ada beberapa saja. Ada pula alkaloid yang mengandung unsur lain, selain keempat unsur yang telah disebutkan. Adanya nitrogen dalam lingkar pada struktur kimia alkaloid menyebabkan alkaloid tersebut bersifat alkali. Oleh karena itu, golongan senyawa ini disebut alkaloid.
Pada temperatur kamar, kebanyakan alkaloid berupa padatan. Bentuk alkaloid ada yang kristal dan amorf. Beberapa diantaranya berupa cairan, namun tidak banyak jumlahnya. Alkaloid yang padat pada umumnya berwarna putih atau tidak berwarna , tetapi ada pula yang berwarna kuning,misalnya berberina. Alkaloid padat sukar larut dalam air , tetapi larut dalam pelarut organik yang umum, seperti kloroform, alkohol, benzen dan eter. Sebaliknya garam-garam alkaloid mudah larut dalam air tetapi hanya sedikit larut dalam alkohol.
Kebanyakan alkaloid adalah amina tersier dan memiliki satu atau lebih atom karbon asimetris sehingga didalam larutan menunjukkan kerja optis. Alkaloid atau garam-garamnya banyak digunakan sebagai obat. Ada yang rasanya pahit dan bersifat sebagai toksik terhadap tubuh.

Kamis, 04 Oktober 2012

Flavonoid




Flavonoid (atau bioflavonoid ) (dari kata Latin flavus yang berarti kuning , warna mereka di alam) adalah kelas tanaman metabolit sekunder .
Flavonoid yang disebut sebagai vitamin P (mungkin karena efek mereka pada permeabilitas vaskuler kapiler) dari pertengahan 1930-an sampai awal 50-an, namun istilah sejak jatuh dari penggunaan. 
Menurut IUPAC nomenklatur, mereka dapat diklasifikasikan menjadi:    
§   flavon , berasal dari 2-fenil -4-chromen satu (2 - fenil -1,4 - benzopyrone ) Struktur (contoh: quercetin , rutin ).
§   isoflavonoids , berasal dari 3-fenil -4-chromen satu (3-fenil-1, 4 - benzopyrone ) struktur
§   neoflavonoids , berasal dari 4-fenil coumarine (4-fenil-1, 2 - benzopyrone ) struktur.
Flavonoid, array yang menakjubkan lebih dari 6.000 zat yang berbeda ditemukan di hampir semua tanaman, bertanggung jawab untuk banyak warna tanaman yang menyilaukan kita dengan nuansa cemerlang mereka kuning, oranye, dan merah. Sejumlah faktor dapat mempengaruhi kandungan flavonoid dari makanan, termasuk praktek-praktek pertanian, faktor lingkungan, pemasakan, pengolahan, penyimpanan, dan memasak. Yang terbaik untuk mengkonsumsi nutrisi ini langsung dari makanan sebagai bagian dari variasi makanan, bukan melalui suplemen makanan, sebagai efektivitas flavonoid yang terisolasi tidak jelas. Memasak, pengolahan, dan lingkungan keasaman tinggi semua mengurangi jumlah flavonoid dalam makanan.

Minggu, 08 Mei 2011

Hidrokarbon yang paling sederhana adalah alkana, yaitu hidrokarbon yang hanya mengandung ikatan kovalen tunggal. Hidrokarbon merupakan senyawa yang struktur molekulnya terdiri dari hidrogen dan karbon. Molekul yang paling sederhana dari alkana adalah metana. Metana berupa gas pada suhu dan tekanan baku, merupakan komponen utama gas alam (Wilbraham, 1992).

Hidrokarbon dapat diklasifikasikan menurut macam-macam ikatan karbon yang dikandungnya. Hidrokarbon dengan karbon-karbon yang mempunyai satu ikatan dinamakan hidrokarbon jenuh. Hidrokarbon dengan dua atau lebih atom karbon yang mempunyai ikatan rangkap dua atau tiga dinamakan hidrokarbon tidak jenuh (Fessenden, 1997).

Hidrogen dan senyawa turunannya, umumnya terbagi menjadi tiga kelompok besar yaitu:

  1. Hidrogen alifatik terdiri atas rantai karbon yang tidak mencakup bangun siklik. Golongan ini sering disebut sebagai hidrokarbon rantai terbuka atau hidrokarbon siklik. Contoh hidrokarbon alifatik yaitu C2H6 (etana) CH3CH2CH2CH2CH3 (pentana).
  2. Hidrokarbon alisiklik atau hidrokarbon siklik terdiri atas atom karbon yang tersusun dalam satu lingkar atau lebih.
  3. Hidrokarbon aromatik merupakan golongan khusus senyawa siklik yang biasanya digambarkan sebagai lingkar enam dengan ikatan tunggal dan ikatan rangkap bersilih–ganti. Kelompok ini digolongkan terpisah dari hidrokarbon asiklik dan alifatik karena sifat fisika dan kimianya yang khas (Syukri, 1999).

GUGUS FUNGSI

Gugus fungsi adalah bagian yang reaktif dari suatu senyawa dan menentukan sifat senyawa. Senyawa
karbon dapat di kelompokkan sesuai sifat khas yang dimiliki. Contoh : CH4 : metana, CH4OH : metanol

KEGUNAAN SENYAWA KARBON 
  • ALKOHOL
Metanol
Metanol merupakan zat cair bening yang tidak berwarna, dapat bercampur dengan air,mudah terbakar 
dengan nyala biru dan baunya sama degan etanol. Di indutri, metanol digunakan sebagai pembuatan  
formalin. metanol sangat beracun dan tidak dapat di minum.

Etanol
Jika sedikit etanol diminum akan menimbulkan kesegaran, tetapi berakibat timbulnya pengaruh yang 
membiuskan dan melemahkan. Alkohol banyak digunakan sebagai pelarut dan bahan bakar (spritus)



Alkana, Alkena,dan Alkuna


Dari berbagai unsur-unsur kimia yang kita kenal, ada satu unsur yang cakupannya sangat luas dan pembahasannya sangat mendalam yakni Karbon. Karbon mempunyai nomor atom 6 sehingga jumlah elektronnya juga 6 dengan konfigurasi 6C = 2, 4. Dari konfigurasi elektron ini terlihat atom C mempunyai 4 elektron valensi (elektron pada kulit terluar).
Untuk memperoleh 8 elektron (oktet) pada kulit terluarnya (elektron valensi) dibutuhkan 4 elektron sehingga masing-masing elektron valensi mencari pasangan elektron dengan atom-atom lainnya. Kekhasan atom karbon adalah kemampuannya untuk berikatan dengan atom karbon yang lain membentuk rantai karbon. Bentuk rantai2 karbon yang paling sederhana adalah Hidrokarbon. Hidrokarbon hanya tersusun dari dua unsur yaitu Hidrogen dan Karbon.
 Berdasarkan jumlah atom C lain yang terikat pada satu atom C dalam rantai karbon, maka atom C dibedakan menjadi :
a. Atom C primer, yaitu atom C yang mengikat satu atom C yang lain.
b. Atom C sekunder, yaitu atom C yang mengikat dua atom C yang lain.
c. Atom C tersier, yaitu atom C yang mengikat tiga atom C yang lain.
d. Atom C kwarterner, yaitu atom C yang mengikat empat atom C yang lain.